Manusia adalah makhluk sosial yang
saling membutuhkan untuk melangsungkan kehidupannya. Tetapi walau saling
berhubungan, mereka mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda.
Misalnya perbedaan kepentingan memiliki kendaraan bermotor. Bagi
pekerja kantor atau orang yang sudah bekerja tentunya kendaraan sangat
penting untuk berangkat ke kantor. Bagi tukang ojek yaitu sebagai mata
pencaharian mereka. Bagi para pemodivikasi tentunya menjadi objek yang
di modivikasi, baik untuk kontes atau sekedar hobby. http://syahrizafahmi.blogspot.com/2010/12/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
- Diskriminasi dan ethosentris
Diskriminasi merujuk kepada
pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan
ini dibuat berdasarkan kumpulan yang diwakili oleh individu berkenaan.
Diskriminasi merupakan suatu amalan yang biasa dijumpai dalam masyarakat
manusia. Ia berpuncak daripada kecenderungan manusia untuk
membeda-bedakan manusia.
Diskrimasi boleh berlaku
dalam berbagai konteks. Ia boleh dilakukan oleh orang perseorangan,
institusi, firma, malah oleh kerajaan. Terdapat berbagai perlakuan yang
boleh dianggap sebagai diskriminasi, perlakuan diskrimasi yang ketara
adalah seperti berikut:
-
Seorang peniaga enggan berurusan dengan seorang pelanggan berdasarkan kumpulan yang diwakillinya.
-
Seorang majikan memberi gaji yang tidak setimpal dengan sumbangannya kepada pekerja berdasarkan kumpulan yang diwakilinya.
-
Sebuah institusi pendidikan enggan menerima seorang
pelajar, walaupun dia mempunyai kelayakan dan masih mempunyai
kekosongan dalam institusi berkenaan, disebabkan individu berkenaan
mewakili kumpulan tertentu.
Diskriminasi dianggap
sebagai sesuatu yang tidak adil berdasarkan prinsip "setiap manusia
harus diberi hak dan peluang yang sama"(Bahasa Inggeris: Equal
Opportunity) Etnosentrisme atau sukuisme
adalah sikap berlebihan yang menganggap hanya etnis kelompok tertentu
saja yang baik, benar dan unggul. Adapun kelompok lainnya tidak. Dampak
yang dihasilkannya bisa sangat fatal akibatnya. Bayangkan saja jika
generalisasi kasar dilakukan terhadap etnis tertentu yang dianggap
negatif sebagai; kasar, kotor, bermental buruk, atau bahkan musuh, maka
tidak jarang akan berujung pada konflik komunal.
Sejarah menunjukkan,
pemaknaan secara negatif atas keragaman telah melahirkan penderitaan
panjang umat manusia. Pada saat ini, paling tidak telah terjadi 35
pertikaian besar antar etnis di dunia. Lebih dari 38 juta jiwa terusir
dari tempat yang mereka diami, paling sedikit 7 juta orang terbunuh
dalam konflik etnis berdarah. Pertikaian seperti ini terjadi dari Barat
sampai Timur, dari Utara hingga Selatan. Dunia menyaksikan darah
mengalir dari Yugoslavia, Cekoslakia, Zaire hingga Rwanda, dari bekas
Uni Soviet sampai Sudan, dari Srilangka, India hingga Indonesia. Konflik
panjang tersebut melibatkan sentimen etnis, ras, golongan dan juga
agama.
- Pertentangan dan ketegangan dalam masyarakat
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian
tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang
dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar
konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri
dari situasi konflik yaitu :
-
Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
-
Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan
yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah,
nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
-
Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan
dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya
kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang
paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu
masyarakat.
-
Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik
menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi
dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
-
Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari
konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada
para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma,
motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat
mereka.
- Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada
perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan
nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan
berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat,
disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber
sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam
kebudayaan-kebudayaan lain.
Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
-
Elimination : yaitu pengunduran diri salah satu
pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami
mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami
sendiri
-
Subjugation atau domination, artinya orang atau
pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak
lain untuk mentaatinya
-
Mjority Rule artinya suara terbanyak yang
ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa
mempertimbangkan argumentasi.
-
Minority Consent : artinya kelompok mayoritas yang
memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan
menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama.
-
Compromise : artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah .
- Integration : artinya pendapat-pendapat yang
bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai
kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak. http://ervannur.wordpress.com/2010/12/24/pransangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
- Golongan- golongan yang berbeda dan integrasi sosial
Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk
itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek"
kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Nasion Indonesia
Integrasi
======
masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1
dengan yang lainnya. masyarakat" yang ada di indonesia mereka tetap
hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk.
Dalam hal ini masyarakat indonesia seringkali terhambat integrasinya
karena variabel variabel yang di sebutkan di atas. masyarakat indonesia
pada umumnya masih sulit untuk menerima sesuatu yang baru ataupun yang
berbeda dengan yang biasa ia temukan. misalnya saja antar agama masih
sering terjadi permusuhan/ sering terjadi perang agama di desa-desa yang
berada di pulau jawa. hal tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya
bagi mereka untuk berintegrasi tanpa menyangkut pautkan
variabel-variabel yang ada di atas tadi.. http://zip-leadmix.blogspot.com/2010/11/golongan-golongan-yang-berbeda-dan.html
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang
berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai
proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam
kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat
yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana
kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap
kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan
kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
- Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
- Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu. http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial
Pendapat : Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun
menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.selain itu juga sebagai penyeimbang dari diskriminasi danetnosentrisme.